Tentang HHI

Kenapa Ada Hari Hutan Indonesia?

Kita butuh satu hari khusus di mana seluruh mata dan hati tertuju pada hutan. Hari di mana kita merayakan keanekaragaman hayati, mengingat manfaat hutan yang sering kita lupakan, dan menguatkan tekad untuk menjaganya.

Sejak 2020, peringatan ini telah menghubungkan lebih dari 500 organisasi kolaborator, 3.000 campaigner, dan 27 anggota konsorsium dalam gerakan bersama. Pada 2024, Hari Hutan Indonesia resmi tercatat dalam kalender peringatan lingkungan nasional.

Kenapa 7 Agustus?
Tanggal ini berawal dari sebuah petisi dengan 1,4 juta tanda tangan yang menuntut peringatan khusus untuk hutan. 7 Agustus juga bertepatan dengan Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2019 tentang moratorium permanen izin hutan. Bulan Agustus sendiri sarat makna, bulan kemerdekaan dan berdekatan dengan peringatan penting seperti Hari Masyarakat Adat Sedunia (9 Agustus) dan Hari Konservasi Alam Nasional (10 Agustus).

Hutan Indonesia, Nafas Kita
Sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menyumbang sekitar 10% tutupan hutan tropis global (FAO, 2020). Tapi, denyut kehidupan ini terus melemah. Rata-rata, kita kehilangan 684.000 hektare hutan setiap tahun dalam dua dekade terakhir (Global Forest Watch, 2023).

Karena itu, Hari Hutan Indonesia bukan sekadar peringatan, tapi gerakan. Gerakan untuk mendengar suara hutan, merasakannya, dan bergerak bersama menjaganya.