Tema

Suara Hutan, Nadi Kehidupan


Suara Hutan, Nadi Kehidupan

(Tema Hari Hutan Indonesia 2025)

Pernahkah kamu benar-benar mendengar hutan?
Bukan sekadar suara angin atau kicau burung yang samar. Tapi benar-benar mendengar—gemerisik daun yang berbisik, suara satwa yang berlari di kejauhan, atau langkah berat seorang penjaga hutan yang setia mengitari wilayahnya.

Hutan berbicara. Ia bersuara tentang kehidupan yang mengalir di dalamnya, tentang oksigen yang kita hirup, tentang pangan yang kita makan, tentang budaya yang tumbuh dari akar-akarnya.

Itulah mengapa Hari Hutan Indonesia 2025 mengangkat tema:
“Suara Hutan, Nadi Kehidupan”
Mendengar. Merasakan. Bergerak Bersama untuk Hutan.

Kenapa Suara Hutan Penting Didengar?

Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menyumbang sekitar 10% tutupan hutan tropis global (FAO, 2020). Tapi dalam dua dekade terakhir, kita kehilangan rata-rata 684.000 hektare hutan setiap tahun (Global Forest Watch, 2023).

Bagi sebagian orang, angka ini mungkin hanya statistik. Tapi bagi masyarakat adat, itu adalah tanah leluhur yang hilang. Bagi satwa, itu adalah rumah yang lenyap. Bagi kita semua, itu adalah nafas yang terenggut perlahan.

Suara hutan adalah suara kita. Dan ketika hutan kehilangan suaranya, kehidupan kita ikut terancam.

Mengapa 7 Agustus?

Hari Hutan Indonesia bukan peringatan yang lahir dari pemerintah. Ia lahir dari gerakan publik.
Pada 7 Agustus 2020, sebuah petisi dengan 1,4 juta tanda tangan menyerukan satu hal: kita butuh hari khusus untuk merayakan dan menjaga hutan.

Tanggal ini juga mengingatkan pada Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2019 tentang moratorium permanen izin hutan. Bulan Agustus pun dipilih karena penuh makna: bulan kemerdekaan, berdekatan dengan Hari Masyarakat Adat Sedunia (9 Agustus), Hari Konservasi Alam Nasional (10 Agustus), dan Hari Orangutan Sedunia (19 Agustus).

Gerakan yang Terus Bertumbuh

Sejak pertama kali diperingati, Hari Hutan Indonesia telah menghubungkan 27 anggota konsorsium, 500+ organisasi kolaborator, dan lebih dari 3.000 campaigner dari berbagai latar belakang.

Ini bukan hanya peringatan tahunan. Ini adalah gerakan kolektif:

  • Membuat konten kreatif untuk menyebarkan cerita hutan oleh individu.
  • Mengadakan penanaman pohon dan edukasi di sekolah oleh Komunitas.
  • Berbagi kisah perjuangan menjaga tanah oleh Organisasi atau Masyarakat Adat.

Dan kamu pun bisa jadi bagian dari gerakan ini.

Mari Bergerak Bersama

Hari Hutan Indonesia adalah ajakan. Ajakan untuk mendengar suara hutan dengan lebih peka, merasakan keterhubungan kita dengannya, dan bergerak bersama menjaganya.

Karena ketika kita melindungi hutan, kita sedang melindungi kehidupan kita sendiri.

Selamat Hari Hutan Indonesia 2025.
Suara Hutan, Nadi Kehidupan.

Tinggalkan komentar